Membaca Pola Candlestick Forex Secara Mudah Dan Sederhana

Membaca Pola Candlestick Forex Secara Mudah Dan Sederhana

Pada tahun 1600-an, Jepang mengembangkan metode analisis teknis untuk menganalisis harga beras. Teknik ini disebut “Grafik Candlestick”. Pada saat yang sama, Steve Nison adalah salah satu pakar terkemuka dalam pola candlestick forex.

Bagaimana Membaca Pola Candlestick di Forex

Untuk membaca pola candlestick forex, Anda perlu mengetahui beberapa konsep berikut di pasar market forex:

  • Open: adalah harga ketika pasar dibuka, atau harga yang dibeli/dijual oleh trader pertama kalinya.
  • Close: adalah harga ketika pasar tutup, atau harga yang dibeli/dijual oleh trader terakhir kalinya. Ini adalah harga yang sangat penting untuk para analisis teknis.
  • Low: adalah harga terendah dari semua transaksi yang dilakukan dalam sehari.
  • High: adalah harga tertinggi dari semua transaksi yang dilakukan dalam sehari.

Setiap candlestick Jepang akan menunjukkan 4 angka tersebut sebagai berikut:

Naik turun pola candlestick

Gambar Naik Turun Pola Candlestick

Cara Trading Forex Dengan Pola Candlestick

Warna candlestick tergantung pada apa yang Anda tetapkan pada platform trading Anda, tetapi sebagian besar berwarna merah dan hijau, menunjukkan turun dan naik.
Jika harga penutupan lebih rendah dari harga pembukaan, candlestick berwarna merah, ini menunjukkan bahwa harga jatuh pada hari itu.
Sebaliknya, jika harga penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan, candlestick berwarna hijau, ini menunjukkan bahwa harga naik pada hari itu.

Semakin lama bodi candlestick semakin kuat, itu menunjukkan bahwa daya beli/jual lebih kuat dan sebaliknya. Candlestick hijau menunjukkan daya beli.
Di pasar turun, jika candlestick hijau panjang terpenuhi, itu berarti bahwa pembeli membangun dan mengendalikan pasar. Menandakan pasar akan segera berubah. Arah sebaliknya ketika pasar naik untuk melihat candlestick merah panjang menunjukkan bahwa penjual dominan. Kekuatan penjualan yang kuat menandakan tren turun di masa depan.

Baca Juga:  Berbagai Jenis Stop Loss Trading Forex

Grafik candlestick menunjukkan pertarungan untuk posisi antara pembeli (yang mengharapkan harga naik) dan penjual (yang mengharapkan harga turun) untuk periode waktu tertentu.

Perhatikan cara membaca candlestick berikut ini:

  • Candlestick hijau panjang membuktikan bahwa seluruh sesi pembeli mendominasi.
  • Candlestick panjang menunjukkan bahwa penjual mendominasi sebagian besar waktu.
  • Body candlestick pendek dan tidak memiliki bayangan (atau bayangan pendek), menunjukkan bahwa tidak ada pihak yang menang dan harga hampir tidak berubah dibandingkan dengan awal.
  • Candlestick dengan bayangan panjang yang lebih rendah menunjukkan bahwa sisi penjualan mendominasi pada saat pertama trading tetapi mendapatkan kembali kendali pada akhir sesi.
  • Candlestick dengan bayangan atas yang panjang adalah kebalikan dari pernyataan di atas.
  • Candlestick memiliki bayangan atas dan bawah yang panjang dan body kecil, menunjukkan bahwa kedua sisi pembelian dan penjualan memiliki fase dominan dalam sesi, tetapi pada akhir sesi, kedua belah pihak tidak dapat mengalahkan yang lain.

Perhatikan juga video panduan cepat membaca candlestixk berikut ini agar dapat memahaminya dengan mudah.

Banyak trader forex lebih suka menggunakan grafik jenis-jenis candlestick karena keajaibannya di market forex. Tapi ada juga orang yang berpaling dari teknik ini karena mereka pikir itu hanya grafik biasa.

Kategori: Strategi Forex

Dapatkan Update BELAJAR FOREX melalui Email:

Dasarforex Reader

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anda dapat juga diskusi dan sharing di Forum Trader Forex Indonesia

Kesulitan mengakses DasarForex?

Silakan buka lewat DASARFOREX.CLUB

X