Bagaimana Cara Selalu Profit Menggunakan Moving Average?

Bagaimana Cara Selalu Profit Menggunakan Moving Average?

5/5 (5) Apa Itu Moving Average?

Di bidang keuangan, moving average (MA) adalah indikator yang umum digunakan dalam analisis teknikal. Alasan untuk menghitung rata-rata pergerakanharga adalah untuk membantu memperlancar data harga dengan membuat harga rata-rata yang terus diperbarui.

Dengan menghitung rata-rata bergerak, dampak fluktuasi acak jangka pendek pada harga saham selama jangka waktu tertentu dimitigasi.

Karakteristik dan Pengertian Moving Average

Moving Average adalah alat analisis teknis yang sederhana. Moving Average biasanya dihitung untuk mengidentifikasi arah tren market atau untuk menentukan level support dan resistance. Ini adalah indikator yang mengikuti tren(trend following)—atau tertinggal(lagging)—karena didasarkan pada harga masa lalu.
Semakin lama periode waktu moving average, semakin besar lag. Jadi, moving average 200 akan memiliki tingkat kelambatan yang jauh lebih besar daripada MA 20 karena mengandung harga selama 200 periode terakhir. Angka rata-rata pergerakan 50 periode dan 200 periode untuk saham secara luas diikuti oleh investor dan pedagang dan dianggap sebagai sinyal perdagangan yang penting.

Profit menggunakan Moving Average

Moving Average adalah indikator yang sepenuhnya dapat disesuaikan, yang berarti bahwa trader dapat dengan bebas memilih kerangka waktu apa pun yang mereka inginkan saat menghitung moving average. Periode waktu yang paling umum digunakan dalam rata-rata bergerak adalah 8-9, 20-21, 50, 100, dan 200 periode. Semakin pendek rentang waktu yang digunakan untuk membuat rata-rata, semakin sensitif terhadap perubahan harga. Semakin lama rentang waktunya, semakin tidak sensitif rata-ratanya.

Trader dapat memilih periode waktu yang berbeda dengan panjang yang bervariasi untuk menghitung rata-rata pergerakan berdasarkan tujuan perdagangan mereka. Moving Average yang lebih pendek biasanya digunakan untuk perdagangan jangka pendek, sedangkan Moving Average jangka panjang lebih cocok untuk investor jangka panjang. (Baca juga : Serba-Serbi Indikator Moving Average)
Tidak ada kerangka waktu(Time Frame) yang tepat untuk digunakan saat mengatur Moving Average Anda. Cara terbaik untuk mengetahui mana yang paling cocok untuk Anda adalah dengan bereksperimen dengan sejumlah periode waktu yang berbeda sampai Anda menemukan satu yang sesuai dengan strategi Anda.

Baca Juga:  3 Indikator Volume Forex Terbaik dan Cara Menggunakannya

Memprediksi tren di market bukanlah proses yang sederhana. Meskipun tidak mungkin untuk memprediksi pergerakan saham tertentu di masa depan, menggunakan analisis teknis dan penelitian dapat membantu Anda membuat prediksi yang lebih baik.

Moving Average yang meningkat menunjukkan bahwa Asset berada dalam tren naik, sedangkan Moving Average yang menurun menunjukkan bahwa Asset berada dalam tren turun. Demikian pula, momentum ke atas dikonfirmasi dengan persilangan bullish, yang terjadi ketika MA jangka pendek melintasi di atas MA jangka panjang seperti MA20 lebih besar daripada MA50. Sebaliknya, momentum ke bawah dikonfirmasi dengan persilangan bearish, yang terjadi ketika MA jangka pendek melintasi di bawah MA jangka panjang seperti MA20 lebih kecil daripada MA50.

Untuk Menggunakan Moving Average sebagai Indikator Tren, kuncinya adalah mendapatkan nilai rata rata menggunakan periode yang lebih tinggi dengan tujuan untuk bisa menghaluskan kebisingan di market (market noise). Maka dari itu Traders menggunakan periode yang tinggi seperti 50,100, dan 200.

Ada dua cara yang bisa digunakan, yaitu menggunakan satu MA atau 2 atau lebih MA(Multiple Moving Average). Tentunya ada Pro dan Contra antara kedua metode ini, dengan menggunakan satu MA, trader dapat lebih cepat bereaksi terhadap perubahan di market, tetapi dengan risiko market noise yang lebih tinggi. Multiple Moving Average bisa mengurangi market noise yang ada dan menghindari lebih banyak whipsaw di market dibandingkan satu MA, tetapi karena Moving Average adalah Lagging Indicator, ini akan menghasilkan entry atau exit yang telat.

Tren Indikator menggunakan Satu MA (Single MA)

Pengamatan ini adalah termasuk paling simple dan basic, perlu diingatkan ada beberapa macam moving average yang bisa digunakan seperti EMA, WMA dan SMA. Untuk contoh di sini kita akan menggunakan SMA. Tahukah anda kalau SMA 1 adalah sama dengan Line Chart? Untuk metode ini Trader hanya perlu melihat penutupan harga diatas garis MA, dalam contoh ini kita akan menggunakan MA 200 di Daily chart. Tekniknya simpel, apabila harga berada di atas MA, trader akan melakukan buy dengan anggapan market akan memulai uptrend dan sell apabila harga dibawah MA dengan anggapan bahwa downtrend akan dimulai.

Baca Juga:  Robot Forex EA MT4 Anda Tidak Berjalan?

Bisa dilihat dari contoh menggunakan MA 200 dari bulan Agustus 2020-April 2022 ada 6 kali perubahan trend yang terjadi dimana harga menutup diatas atau dibawah garis MA. Dari 6 kali ini ada 4 whipsaw karena market noise dan 2 perubahan tren yang signifikan. Dalam menggunakan Moving Average Trader harus memiliki psikologi trading yang kuat dan harus tetap konsisten dalam menggunakan MA, dikarenakan sejujurnya perpindahan mana yang benar agak susah di ketahui.
Tetapi dengan menggunakan metode ini whipsawnya relatif kecil dari segi untung atau rugi tetapi dua saat dimana market mulai trending itu menghasilkan pergerakan yang signifikan, seperti contoh diatas perubahan trend di agustus 2020 untuk GBP/USD sampai pada saat trend berputar di bulan agustus 2021 mencetak 932 pips, sedangkan downtrend yang dimulai di bulan October 2021 sampai pada bulan April sudah mencetak pergerakan sebesar 741 pips

Tren Indikator menggunakan Multiple MA

Menggunakan Multiple Moving Average, kita akan menggunakan contoh yang sama hanya ditambahkan MA100. Perbedaan pengamatan disini adalah di titik silang kedua MA yang digunakan, berbeda di contoh satu MA dimana pengamatan berdasarkan harga diatas atau dibawah MA. Entry dan Exit berada pada titik putar dan seperti contoh dibawah Posisi Buy tidak dilepas sampai ada perubahan tren dimana posisi buy harus ditutup dan posisi sell dibuka.

Berbeda dengan menggunakan satu MA dimana market noise masih ada dan terjadi 6 kali perubahan trend, dengan menggunakan Multiple Moving Average ini bisa di filter dan menghasilkan hanya dua perubahan trend dari Agustus 2020- April 2022. Ini sesuai dengan pergerakan besar yang terjadi dari menggunakan satu MA, hanya saja entry dan exitnya telat dengan menghasilkan 853 pips di posisi buy dan 535 pips di posisi sell.

Baca Juga:  Cara Mengecek Kecepatan Latency Broker Forex Anda

Tidak ada yang benar dan salah dalam pengunaan MA diatas, hanya preferensi Anda dalam trading, apakah mencari entry yang lebih cepat dengan potensi whipsaw sedikit atau sabar menunggu dan mencari entry yang lebih solid. Karena kalau dilihat dari kedua scenario diatas, entry dan range yang lebih cepat dan lebih besar harus diikurangi dengan whipsaw yang terjadi, dan berujung di nilai yang sama dengan entry yang lebih telat dengan range profit yang lebih sedikit. Pilihlah metode pengamatan yang sesuai dan lebih nyaman dalam trading Anda!

Kategori: Robot Indikator

Dapatkan Update BELAJAR FOREX melalui Email:

Dasarforex Reader

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anda dapat juga diskusi dan sharing di Forum Trader Forex Indonesia

Kesulitan mengakses DasarForex?

Silakan buka lewat DASARFOREX.CLUB

X